Cincin untuk Masjid

Dikutip dari Facebook; @JunaydaAbinaya

Walisantri Pondok Pesantren Al-Qudwah Lebak

Dua hari berturut-turut, aku mendapat undangan untuk menghadiri acara wisuda tahfiz akbar, yang digelar oleh Yayasan Qudwatul Ummah yang menaungi pondok tempat anak-anakku menuntut ilmu. Kemarin, untuk tingkat SMP, di mana Nong salihah termasuk salah satu dari 104 peserta wisuda. Hari ini, untuk program takhassus, yang salah satu pesertanya adalah Kakak mujahid salih.

Ini cerita kemarin. Setelah prosesi wisuda selesai, sebelum dilanjut ke acara Tahfiz award, Ibu ketua komite Sekolah menawarkan investasi terbaik yang hasilnya akan terus mengalir, meski pemiliknya telah meninggal dunia. Tawaran infaq untuk pembangunan rumah Allah. Masjid di lingkungan pondok, yang dinamai La Tahzan. Seperti judul buku, namanya. Karena memang, nama itu diambil dari judul buku yang diterjemahbahasaindonesiakan oleh Pak K.H. Samson Rahman, M.A, sang pimpinan pondok. Karya aslinya ditulis DR. Aidh Al-Qarni.

Aku pernah membeli dan membaca bukunya sejak masih kuliah, hanya sekarang entah kemana. Ada yang meminjam, tak pernah kembali. Tak disangka, kini aku bisa belajar langsung dari beliau, melalui program Madrasah Orang Tua yang diselenggarakan secara berkala. Sejak Kakak mujahid salih mulai masuk SMP, lima tahun lalu. Hingga kini, diikuti Nong salihah turut mondok di tempat yang sama.

Sebelum berangkat dari rumah, aku sudah siapkan dua amplop untuk infaq. Satu untuk Grand Ifthar sebelum perpulangan santri jelang lebaran, satu lagi untuk masjid La Tahzan. Kusiapkan yang terbaik menurut kemampuanku. Ketika disebutkan jumlah nominal infaq yang terkumpul di sesi akhir acara, sungguh mengejutkan. Apa yang kuberikan ternyata tak sampai sepuluh persennya. Lebih menakjubkan, ada wali santri yang tidak berkenan disebut namanya, menginfaqkan cincin emas seberat delapan gram. Maa syaa Allah, tabaarakallaah.

Betapa tingginya semangat fastabiqul khairat di sini. Tidak hanya ditanamkan kepada para santri, tetapi juga kepada wali-walinya. Semua berlomba ingin memberi yang terbaik, demi memperoleh balasan yang jauh lebih baik di sisi Allah SWT. Sepertinya, spirit Ramadan benar-benar mampu memacu semangat sedekah kali ini.

“Dari Anas RA, sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan,’” (HR At-Tirmidzi).

16 Ramadan 1443 

18 April 2022


Komentar
Kirim Komentar

Berapakah Hasil Penjumalah 9+8

Download Aplikasi

ElearningQu
Belajar jadi lebih mudah!

1

Download Aplikasi ElearningQu

Download aplikasi ElearningQu melalui Play Store.

2

Belajar Jadi Lebih Mudah

Gunakan aplikasi ElearningQu untuk pembelajaran online di lingkungan Sekolah Terpadu Al-Qudwah

Berlangganan Berita di AlQudwah.Id

Jika Anda ingin berlangganan berita dari website AlQudwah.Id, silahkan isikan alamat email anda. Kami akan menginformasikan saat ada berita terbaru.

Alamat Email Anda